Pemantauan e-Procurement ICW dan Yayasan Manikaya Kauci Gelar Training

0

sunaridewata.com, Denpasar - Sejak tahun 2012 diterapkan pengadaan barang dengan menggunakan sistem e-Procurement. Ternyata sistem tersebut masih tinggi pelanggaran hukumnya walau sistem ini sempat dianggap dapat menutup peluang penyimpangan. Namun dalam perjalanannya ternyata masih ditemukan beberapa kejanggalan. Hal tersebut membuat Indonesia Corruption Watch (ICW) terus bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat sipil untuk turut memantau segala bentuk penyimpangan dan korupsi di tingkat pemerintah. Salah satunya dengan mengintensifkan pelatihan dan training kepada masyarakat. Di Bali sendiri dalam pelaksanaannya ICW bekerjasama dengan Yayasan Manikaya Kauci.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Manikaya Kauci Komang Arya Ganaris pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat sipil agar ikut memantau proses e-Procurement ini. “Hal ini dikarenakan bagaimananpun pengadaan barang dan jasa ini termasuk sebagai peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Jika pengadaan barang dan jasa ini tidak baik dan terjadi korupsi, otomatis masyarakat juga akan menerima dampaknya dan manfaatnya tidak optimal. Sehingga masyarakat mendapatkan kualitas yang buruk atas pelayanan yang diberikan pemerintah daerah baik itu ditingkat kabupaten atau provinsi,” paparnya.

Lebih lanjut, Pelatihan yang diadakan di Hotel Inna Sindhu Beach pada 22-23 Agustus ini diharapkan dapat menumbuhkan akuntabilitas serta komitmen bersama Pemda dengan masyarakat dalam mengawal transparansi informasi. “Harapannya mewujudkan Pemda yang baik dan bersih serta melibatkan masyarakat sipil sebagai pemantau kinerja Pemda” ungkapnya. nna

Share.

Comments are closed.